Abusive husbands (atau suami penyiksa) adalah lelaki-lelaki yang telah mengancam, menggangu secara fisik dan mental, mengintimidasi, serta mengendalikan pasangannya. Jika pasangan Anda tergolong lelaki yang gemar melakukan hal-hal seperti tersebut di atas pada diri Anda, tidak ada jalan lain kecuali keluar dari pernikahan di neraka itu SEGERA. Ini penting dilakukan demi keselamatan diri Anda sendiri, juga anak-anak Anda. Ungkapkan perasaan Anda kepada pasangan bahwa menyiksa istri adalah TIDAK PERNAH DIBENARKAN oleh siapapun.
Jangan berlindung atas nama cinta atau anak-anak, karena jika Anda tidak meninggalkan suami penyiksa itu sekarang juga, Anda justru menempatkan Anda dan anak-anak di dalam kandang macan yang kelaparan. Anda tidak tahu kapan suami akan kalap, terganggu emosinya, lelah, lalu memukul Anda, kan? Cinta bukan alasan yang tepat untuk bertahan di sebuah perkawinan yang melibatkan ‘petinju’ seperti abusive husbands. Cinta membuat Anda bahagia, bukan membuat wajah dan tubuh Anda lebam dan babak belur!

Dengan meninggalkannya, bisa saja Suami kemudian mencari ‘pertolongan’ untuk mengubah dirinya menjadi manusia yang lebih baik. Anda harus menyadari bahwa suami-suami yang gemar menyiksa istri mereka sangat membutuhkan bantuan psikologi agar mereka dapat berubah. Karena apa? Ini disebabkan karena kegemarannya dalam meninju, menyakiti, memukuli, atau mencaci maki seorang istri adalah PENYAKIT yang perlu dicari jalan keluarnya.
Masa lalu seseorang telah membentuk karakter dan kepribadian seseorang itu di hari ini, jadi bisa saja kegemarannya dalam menyiksa Anda adalah buah dari trauma di masa lalu Suami. Menurut penelitian, seorang anak yang mengalami kekerasan di masa kecilnya akan menjadikannya sebagai orang dewasa yang gemar melakukan hal yang sama yaitu melakukan kekerasan pada orang lain. Hal ini akan terus terjadi sehingga Anda tak perlu ragu untuk meninggalkannya. SEGERA!
SADAR
Apakah selama ini Anda menyangka kalau suami melakukan siksaan itu tanpa sadar dan di luar kendalinya? Hm. Anda salah. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah Suami secara SADAR telah menyakiti Anda, memukuli Anda, atau mencaci maki Anda. Jadi, omong kosong kalau Suami mengatakan pada Anda bahwa dia tidak sadar telah memperlakukan Anda secara kasar, baik secara verbal maupun secara fisik.
Seringkali penyiksaan itu dilakukan ketika tidak ada seorang pun yang tahu. Mengapa? Tentunya karena mereka tahu bahwa MEREKA SALAH! Ya. Kalau mereka melakukannya tanpa kesadaran, mengapa harus menunggu sampai tak ada seorangpun yang melihat pemukulan-pemukulan itu? Perempuan Indonesia, Suami Anda sangat SADAR bahwa dia telah menyiksa Anda. Tinggalkan dia. SEGERA.
DEFINISI ‘ABUSE’
Suami Penyiksa cenderung selalu menyesal, meminta maaf, dan memuja Anda setinggi langit dengan kata-katanya. Lantas, apa yang terjadi? Anda segera memaafkan setiap layangan tinju yang membuat biru-biru tubuh Anda lalu membuka pintu maaf selebar-lebarnya.
Tahukah Anda, sedalam apapun penyesalan Suami, sehebat apapun caranya memohon maaf pada Anda, tetap saja semua yang telah dilakukannya pada Anda adalah tidak benar. Anda jelas tidak perlu berkompromi untuk hal ini.
Emosi Suami yang naik turun seperti ini tentunya membuat Anda bingung, “Apakah benar suamiku adalah abusive husband?” Karena terkadang Suami terlihat manis dan mencintai Anda, tetapi di lain waktu dia berubah menjadi petinju amatiran. Bagaimana Anda mengetahui secara pasti kalau Suami adalah benar-benar tergolong Suami Penyiksa? Ada enam tanda untuk mengetahuinya.
- Saat menyiksa Anda, Suami menunjukkan kepada Anda bahwa dia-lah Bos Anda
- Setelah memperlakukan Anda dengan kasar, dia akan menyesal dan minta maaf
- Suami akan membenarkan perlakuannya dengan mengatakan kalau Anda PANTAS DISIKSA sehingga kesalahannya ada pada Anda, bukan pada perilakunya yang tidak pantas itu
- Bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa, bersikap seolah Suami mencintai dan memuja Anda, bahkan mengajak Anda ber-honeymoon kedua
- Suami memiliki fantasi-fantasi jahat untuk melukai Anda
- Untuk membenarkan tindakannya, Suami akan mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk menyiksa Anda. Misalnya, saat Anda memang sedang bersalah.
TINDAKAN YANG TEPAT
Setelah Anda mengetahui tabiat buruk Suami, segeralah keluar dari rumah dan CARI PERLINDUNGAN. Usahakan untuk mendapatkan perlindungan secara hukum agar Suami tidak bebas mendekati Anda lagi. Anda tidak akan pernah tahu betapa nekatnya seorang Suami seperti Suami Anda, kan? Jangan relakan tubuh Anda menjadi sansak tinju.
Tapi, lantas apa yang harus Anda lakukan setelah meninggalkan Suami? Segera rancang bagaimana Anda hidup secara MANDIRI. Kalau dulu selalu ada Suami yang membereskan tagihan-tagihan bulanan, dengan meninggalkan Suami, kini Anda sudah kehilangan semua privilege itu. Merencanakan masa depan untuk Anda dan anak-anak Anda adalah sangat penting. Anda tidak boleh terlena dengan pemikiran bahwa Anda telah salah mengambil keputusan.
Oh, tidak.
Meninggalkan Suami Penyiksa adalah tindakan tepat!
ANDA TERLALU BERHARGA
Saat Anda meninggalkan Suami, hati Anda pasti penuh dengan pengharapan kalau suatu saat kelak, Suami akan berubah. Oh, bukannya tidak mungkin Suami akan berubah setelah melalui serangkaian tes psikologi atau berjam-jam sesi curhat dengan psikolog. Setiap orang mampu berubah jika menginginkannya dengan sungguh-sungguh. Namun Anda harus tahu, jangan terlalu berharap pada keajaiban ini. Berubah? Tentu saja mungkin. Tapi kalau menggantungkan harapan terlalu tinggi akan perubahan itu tentu bukanlah hal yang bijaksana untuk perempuan sepintar, secantik, dan setangguh Anda. Jangan berharap, tapi hiduplah secara mandiri mulai dari sekarang.
Memang berat untuk memulai langkah Anda keluar dari belenggu siksaan Suami, apalagi kalau sejatinya Anda sangat mencintai Suami Anda. Tapi percayalah, setelah Anda keluar dari pernikahan bak neraka itu, perasaan Anda akan berangsur-angsur menjadi jauh lebih baik. Hidup Anda akan lebih tenang dan Anda akan menciptakan suasana yang nyaman untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak-anak Anda.
Segera tinggalkan Suami Penyiksa, tentu saja tidak lain karena Anda terlalu berharga!
(Lala-D’Girls, Dari Berbagai Sumber)












April 24th, 2009 at 5:42 am
Setuju…. kita (perempuan) terlalu berharga untuk dijadikan samsak tinju suami.
Tapi saya rasa meninggalkannya (hingga bercerai juga bukan solusi) ada byk luka hati yang bisa timbul.
Saya percaya setiap orang pasti bisa berubah, jadi konseling untuk suami agar sakit jiwanya itu sembuh plus dibungkus dengan lutut yang berdoa…
April 24th, 2009 at 3:28 pm
ANDA TERLALU BERHARGA
Naahh.. ini nih yang kadang suka susah untuk tetap bertahan dalam diri si istri yang disiksa karena si suami abusive itu biasanya juga manipulative and dia bisa bikin sang istri ngerasa bahwa dirinya ngga berharga, huaahh..
April 25th, 2009 at 6:50 am
Walaupun mungkin kasusnya beda.. tapi saya teringat kata Samantha di salah satu episode Sex and the City, ketika dia meninggalkan Richard ..
“I love you,, but I love me more”